kata kata ku
Senin, 10 September 2012
Ketika aku sedang bersama saudaraku duduk di teras halam rumah,ku melihat seorang laki-laki sedang berbicara dengan temanya dia adalah Rendi masih saudara ku juga.Tiba-tiba adiku Fahmi berbicara.
"ka randi minta no telpon kaka katanya"
Akupun hanya bisa tersenyum,tapi saudaraku yang menjawab.
"kasih saja mi!"
Tetapi entah di beri atau tidak oleh fahmi pada rendi ,mungkin fahmi blm memberikanya dan rendi pun meminta no aku pada sisil.Aku tau sisil itu suka sama rendi sampai dia tidak mau memberikan no aku pada rendi dan sisil pun sempat bertanya pada ku.
"nada,rendi minta no kamu tapi aku tidak kasih"
"ohh iya terserah kamu aja sil,mau di kasih tinggal kasih tidak pun tidak apa-apa"
"iya,kamu tau kan aku tuh orang nya cemburuan banget jadi takut kalo misalnya aku marah sama kamu"
"iyah terserah kamu aja sil"
Sampai dia tak memberikanya,tetapi di kemudian hari sisil tiba=tiba menyuruh aku mengirim sms pada rendi dia bertujuan ingin lebih dekat dengan randi dengan cara lewat aku.
Hingga aku mengikuti keinginanya,tapi hasilnya nol tidak bereaksi sama sekali,yang ada aku malah jadi dekat dengan dia.ketika aku sedang chatingan tiba-tiba dia ingin berbicara sesuatu.
"aku mau bicara sesuatu boleh gak?"
"iya boleh,mau bicara apa?"
"Aku suka sama kamu,apa kamu mau jadi pacar aku?"
Membaca itu aku kaget sampai aku bls chat nya.
"maaf,udah dulu yah?hp nya low bat mau di cas dulu
"aku tunggu jawabanya besok"
Aku bingung mau jawab apa,sebenarnya aku juga sama punya perasaan lebih sama dia.Ketika sore dia menanyakan jawabanya tapi aku bilang kalo mau jawabanya telpon aku.dia menelpon aku dia bilang.
"Gimana?apa jawabanya?"
"Gimana apanya?jawaban apa?"
"itu yang kemaren"
"yang kemaren yang mana?"
"itu yang kemaren malem,kamu mau gak jadi pacar aku?"
"oh...gi mana yah?"
"iya gimana?"
"maaf aku gak bisa nolak"
"apa kamu gak bisa nolak?"
"iyah gak bisa nolak"
"jadi kamu mau jadi pacar aku?"
"iyah mau"
"jadi kita pacaran?"
"iyah pacaran"
"makasih yah?"
"makasih apaan?"
"iyah makasih kamu udah mau jadi pacar aku"
"haha..iya sama-sama "
"ya udah tutup dulu yah telpon nya kita lanjut chat"
"oh..iyah"
Aku dan rendi menjadi status berpacaran.Hubungan ini terus berjalan dari bulan ke bulan,ketika tanggal 1 juli aku mendapat kado dari rendi dia memberi boneka lucu aku senang hingga setiap malam aku peluk sampai aku tertidur.di sisi lain aku suka berfikir kita sodaraan apa kita boleh pacaran?aku bingun harus bagai mana aku takut di nmarahi oleh orang tua.hingga aku bertanya pada rendi apa kita boleh pacaran?sedangkan kita sodaraan,dia malah menyuruh aku bertanya pada ibuku.aku gak berani sampai aku berfikir aku minta keputusan,rendi malah menyerahkan pada ku,aku bingung harus ngasih keputusan apa yang baik.
Tapi akhirnya aku berfikir lebih baik kita udahan aja mungkin ini lebih baik untuk kita,disana aku tak bersama rendi lai padahal aku tak bisa menerima sampai aku seharian nangis susah untuk di tahan sampai aku pergi ke sekolah.
"nada kenapa mata kamu merah?kaya abis nangis?"
"enggak,gak kenpa-kenapa ko cuma sakit mata doang"
"beneran kamu gak kenapa-kenapa?"
"iya bener gak kenapa-kenapa"
Di sekolah guru ku tak sengaja menerangkan materi yang isinya bahwa sodara bisa menikah atau pacaran asalkan tak sedarah,di sana aku berfikir terus.ketika malam hari rendi kirim aku sms.
"nada apa kamu masih sayang sama aku?"
"iyah masih sayang,emnag kenapa?"
"mau gak kalau kita balikan lagi?"
"emhh...ya udah aku mau balikan lagi ren"
Aku dan rendi pun bersama kembali.
Langganan:
Postingan (Atom)